About

Kamis, September 13, 2012

Talk About Talking About Friendship


A friend is sweet when it’s new
It is sweeter when it’s true
But you know that,
It is sweetest when it’s you!

If someone asks me what is friendship?
I would sit next to you,
Pull you close to me,
Put my arms around you and say proudly,
“This is Friendship”

I have many friendships. But only one who is true.
I have many friends, but only 3 ones who are true.

For me friendship is a relation that keep you spirit and happy, take care each other whenever and wherever. Always be there for each other. And no need requirement and strings attached. But I have a requirement to make the real friendship with me: it has to be true. Just that, at all. It’s so much better and so much true than dating.

Ada beragam jenis manusia dan teman. Ada yang pendiam tapi perhatian, ada yang temperamen tapi tulus berteman, ada yang sombong dan keras kepala, ada yang periang, dan lain-lain. Jika ada teman yang tidak jujur terhadapmu atau bahkan menjerumuskanmu diam-diam, mereka itu jauh lebih berbahaya daripada musuh yang memakimu terang-terangan. Musuh dalam selimut. Secret adversary.

Berdasarkan pengalamanku—dan tentu dialami banyak orang—ada banyak cara untuk memelihara persahabatan sejati, salah satu yang utama adalah komunikasi. Ini bukan masalah jika sahabatmu adalah teman sekelas, tetangga, saudara, atau pun rekan kerja yang selalu kau temui setiap hari. Tapi jika sahabatmu tidak tinggal di sekitarmu atau jarang bisa kau temui, maka bila ditambah dengan tanpa komunikasi, sang sahabat tersebut akan terasa tak ada, bahkan membingungkanmu dengan kedudukannya yang tanpa fungsi. Terutama bila tingkat komunikasi rendah dan tidak konstan. Padahal melalui komunikasi yang intens atau sering, kita dapat saling mengabari, bercerita, sekadar menyapa, dan bahkan saling memberi semangat dan dukungan satu sama lain. Komunikasi menciptakan kedekatan yang dalam walau persahabatan terpisah jarak dan waktu. Juga bisa mencurahkan rindu walau jarang bertemu. Komunikasi. Interaksi. Sangat mudah untuk dijalin di zaman ini. Bagiku tak ada alasan terlalu sibuk untuk sekadar menanyakan apa kabar lewat pesan singkat, karena justru berbicara kepada sahabatlah yang membuatku tetap bersemangat dan good mood atas kesibukan, rutinitas, dan usahaku meraih cita-cita dalam hidupku.

Tanpa interaksi apa-apa, sulit dideteksi bagaimana pendapat dan perasaan seorang sahabat terhadapmu. Apakah dia menyayangiku? Apakah dia benar-benar temanku? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering menghantuiku setiap kali kurindukan sahabatku, kupikirkan dia, dan kulihat betapa semua orang bercengkrama dan tertawa dengan teman terdekat, karib dan tak terpisahkan. Seandainya dia tahu aku sungguh tulus. Seandainya dia tahu betapa berharganya sapaanya yang ala kadarnya. Seandainya dia tahu bahwa dia adalah salah satu komponen penting hidupku. Seandainya aku tahu apa yang ada di hati dan pikirannya yang sebenarnya.

Tapi aku tak perlu gundah. Setidaknya sejak kutemukan dan kusadari bahwa selama ini aku telah memiliki sahabat-sahabat lain. Aku hanya tak menyadarinya karena aku terlalu sibuk memikirkan sahabat lamaku itu. Walau begitu, dia tak akan kehilangan posisi penting dalam hidupku begitu saja dan selamanya. Dia akan selalu ada dan menjadi kenangan indah buatku. Biarkanlah saja bila ada seseorang pergi dari hidupmu. Itu tidak berarti mereka adalah orang yang jahat. Itu hanya berarti bahwa kisahnya dalam hidupmu telah berakhir. Dalam hidup, kita tak pernah kehilangan teman, kita hanya mengetahui siapa yang sungguh menjadi teman sejati. Lihatlah saja waktu berjalan.

Tiga orang sahabat berwujud manusia yang aku miliki sekarang adalah tiga orang aneh yang aku pun tak menyangka akan berteman akrab dengan mereka :D . Sungguh tak terduga :O . Mereka adalah dua orang gadis SMA yang cerdas, dan satu lagi adalah seorang anak cowok yang juga cerdas tapi sangat usil -_-

Gadis pertama adalah seseorang yang senang tertawa, tawanya selalu tergelak, berisik, dan tak terbendung. Dia pintar dan baik hati. Tipe anak sekolahan yang taat dan patuh pada segala peraturan :D . Tapi dia itu kepala batu :D dan sering kali berlebihan dalam menghadapi dan mengekspresikan ketakutan dan kekhawatiranya. Padahal gugur dalam ulangan pelajaran eksak bukanlah akhir dari segalanya. Planet bumi tak meletus. Dan tak perlu fobia pula terhadap gurunya. Apalagi dia itu termasuk murid yang berotak cemerlang. Rajin pula! Tidak seperti aku yang kadang terlalu santai :P . Tapi yang jelas dia itu baik hati J Alasan pertamaku dulu mau berteman dekat dengannya adalah karena dia begitu ceria, segar, periang, penuh semangat hidup.

Gadis kedua adalah seseorang yang sangat tidak peka terhadap lingkungan :D Dia tak pernah tahu apa yang telah dan sedang terjadi di lingkungan pribadinya. Dia tak pernah tahu seorang teman sekelasnya jadian dengan teman lainnya yang juga satu kelas dengannya. Dia tak pernah tahu siapa bermusuhan dengan siapa. Atau apakah temannya sedang bersedih, bahagia, gelisah, dan sebagainya! -_- Untung saja dia jadi anak IPA, bukan IPS :D Tapi sebetulnya bukan karena dia tak peduli, melainkan karena dia sangat tidak  peka :D Dia juga cerdas, baik hati, dan tidak sombong. Tak pernah kepikiran untuk melanggar peraturan—sangat membosankan—semacam dengan gadis pertama pada paragraf di atas :D

Dan yang terakhir adalah an always smiling guy. J. Dia lucu dan sering kali membuatku tersenyum dan tertawa bahkan ketika aku gelisah atau sedih. Dia sangat unik, usil, dan hobi menggangguku. Dia bahagia apabila aku jengkel karena ulahnya -_- Tapi yang paling melekat tentangnya adalah bahwa dia selalu tersenyum. Entah bagaimana caranya :D Dasar aneh :D Yang jelas dia selalu ada untukku dan sering kali berniat berbicara padaku tapi tanpa topik :D ‘Jadi, mau membicarakan apa?’ ‘Aku juga tidak tahu, aku hanya ingin berbicara padamu.’ Begitulah jawabnya. :D

Aku bahagia mereka bertiga menjadi sahabatku karena mereka menerimaku apa adanya, tulus, tanpa syarat apa pun. Tak peduli aku bodoh, jelek, miskin, atau apa pun. Dan kulakukan hal yang sama pada mereka. Mereka sangat lucu. Mereka berharga. Mereka adalah bagian dari hidupku. Pemberi semangat dan dukungan dan do’a yang selalu berguna. Aku bahagia bila bersama mereka, atau pun hanya sekadar kontak lewat sms. Thank’s for being my best bud J Aishiteru… 

Reaksi:

2 komentar:

wow alviiii..... nice naa...loved it :) keep posting :)

You even dont understand :P :D
but thanks buddy..

Posting Komentar