About

Kamis, Juni 05, 2014

Kau, Alasanku Meneruskan Hidup Kembali



Ketika jalan terlihat seolah buntu.
Di situlah kau berkata,
“kegagalan adalah jalan memutar, bukan buntu.
Kita hanya perlu berjalan sedikit lebih jauh
untuk menjemput kesuksesan itu.”
                                         
Ketika harapan kulihat begitu gelap, muram, dan buram.
Saat itulah kau berkata,
“saat-saat tergelap di malam hari bahkan adalah
beberapa menit mejelang fajar.”

Masa ketika aku merasa hidupku sudah berakhir,
Kau seret jauh gorden ketakutan dan berkata,
“meskipun aku tak mampu menyelesaikan masalahmu,
Atau bahkan membuatnya sedikit terlihat lebih baik,
Aku tak akan membiarkanmu menghadapi masalahmu sendirian.”

“Tentu saja akan kutemani, bodoh.”

Ketika sisa-sisa kekuatan dan puing-puing semangat berserakan tak mampu membangkitkanku dari jatuh.
Berkatalah kau,
“aku akan selalu ada di sini bersamamu, mempercayaimu. Apa pun yang terjadi.
Karena kutahu, kau selalu melakukan dan memilih yang terbaik.”

Kau begitu sejati dan nyata.

Dan di atas segalanya,
takdir atas kehadiranmu,
dan kepemilikanku atas dirimu:
Kau adalah alasan untukku meneruskan hidup kembali.

Terima kasih. Kau yang sahabatku.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar